Sabtu, 03 Januari 2015

Siapakah anak anda kelak? bentuk dari sekarang....

Suatu waktu lala kecil ku ingin bisa menari dan berputar seperti layaknya balerina. Dia memang sejak kecil selalu di kasih film mengenai princess dan barbie oleh bapaknya sehingga dia tumbuh menjadi putri yang sangat girly. Sepemantauan saya, karakter anak saya itu tidak mudah tergoyahkan ketika menyukai sesuatu, yah bisa dibilang konsisten dan fokus lah..

suatu waktu dia mau berputar untuk menari balet namun terjatuh hingga menangis tidak berhenti, sehingga saya harus menjelaskan bahwa untuk mahir seperti balerina harus berlatih sejak dini tidak langsung hebat. Dengan penjelasan yang cukup  panjang dan persuasif dia akhirnya mengerti dan berhenti menari. Namun setelah kejadian ini saya jadi mencari2 tentang bagaimana menemukan minat dan bakat anak.

Semua anak terlahir cerdas. Bagaimanapun keadaannya. Yang sering kali terjadi adalah, kita para orang tua belum atau tidak dapat menemukan cara yang tepat untuk mengembangkan kecerdasan sang anak.


Ada anak yang hobi main games, kita anggap dia malas belajar. Ada anak yang banyak gerak ke sana ke sini kita anggap dia pecicilan dan ngga bisa diem. Padahal dari tingkah laku mereka yang kita anggap kenakalan bisa jadi akan membawa mereka menjadi sosok sukses luar biasa. Ya, hanya saja mungkin kita tidak tahu cara yang tepat bagaimana mengasah bakat sang anak.
Percaya kah kita bahwa sejak balita pun, kita sudah dapat membantu anak untuk mengembangkan bakatnya? Untuk itu, kita harus bantu anak mengenali kecerdasannya. Kenali 8 kecerdasan pada anak. Ini dia: 

1. Kecerdasan Visual
2. Kecerdasan Bahasa
3. Kecerdasan Kinestetik
4. Kecerdasan Musik
5. Kecerdasan Natural
6. Kecerdasan Interpersonal
7. Kecerdasan Intrapersonal
8. Kecerdasan Logika/Matematika

untuk penjelasan lebih detail bisa klik disini

Dengan mengenali kecerdasan sang anak. Orang tua dapat lebih banyak membantu anak mengembangkan bakatnya. Jadi, untuk para orang tua tidak perlu khawatir jika di sekolah sang anak tidak jago matematika misalnya. Jangan terus menyalahkan apalagi sampai mengecilkan dia hanya karena dia tidak pandai matematika. Padahal bisa jadi sang anak sangat jago dalam bidang bahasa. Jadi bun, tenang saja dengan nilai-nilai anak kita di sekolah. itu tidak menjamin kehidupannya kelak di masa depan. Tugas kita sebagai orang tua adalah terus mendampingi dan mendukung proses tumbuh kembang bakatnya.

Ajarkan anak mengenal impian. Sejak kecil mereka bisa kita kenalkan dengan Dream Card. Agar mereka terbiasa mempunyai arah dan focus pada apa yang diinginkan. Wah, banyak loh anak-anak zaman sekarang yang belum kenal dengan impiannya. Bahkan mereka sampai bingung mau jadi apa setelah lulus sekolah nanti. Hmm, padahal kalau sudah focus sejak dini hasil yang didapat tentu lebih baik pastinya.

Teringat saat saya kecil saya adalah karakter anak yang pingin serba bisa karena anak yang serba bisa adalah anak yang sering dipuji baik oleh orangtua maupun guru. Hingga sekarang memang saya menjadi yang serba bisa tapi hanya batas permukaan hingga harus mengalami pencarian jati diri sendiri dikala dewasa. Terbersit dibenak, betapa saya buang2 waktu dengan hal2 yang akhirnya hanya menjadi sekedar mengetahui.

Demikian sekarang dari pengalaman hidup saya, sekarang saya harus mengenal apa bakat anak saya dari se dini mungkin dan mencoba membuat "Dream Card" untuk sikecil ku karena saya ingin memiliki anak yang berkarakter dan penuh percaya diri dengan satu impiannya yang akan membawa dirinya menjadi "seseorang" yang berguna selain juga memiliki pelajaran tentang akhlak agar dia juga menjadi anak yang sayang dengan kedua orang tuanya dan selalu menempat kan orang tua di hatinya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar